Sabtu, 28 Mei 2016

Harga iPhone 6 Terbaru mei 2016


Di Indonesia Produk Besutan Apple yaitu iPhone sangat laris di pasaran, bahkan hingga saat ini. Dan untuk Tahun 2016 ini iPhone berhasil meraup jumlah penjualan di seluruh dunia dengan angka yang mencapai 218juta unit. Tak terkecuali seri-seri lawas dari produk ini juga masih menjadi daya tarik di tanah air ini, Contohnya iPhone 6.

Mungkin pemirsa berfikir "berat juga ya kalau harus mengikuti perkembangan iPhone" mungkin inilah solusi nya, anda tidak harus membeli iPhone seri iPhone 6 terbaru karena untuk seri ini saya rasa sudah mencakup dan sangat mumpuni untuk kegiatan sehari hari maupun game,foto dan lain lain

Harga Serta Spesifikasi iPhone 6 Paling baru Desember 2015 - iPhone 6 dapat termasuk iPhone termurah dengan kwalitas yang begitu sangat baik, Ada dengan design warna warni hp ini jadi daya tarik sendiri serta jadi keunggulan untuk iPhone 6 , namun sayangnya ponel iPhone ini belum dilegkapi dengan feature mutakhir yakni sensor sidik jari untuk keamanan yang telah dipunyai oleh iPhone 6.

Hp ini didesain tidak sama dengan design iPhone biasanya yang senantiasa bertampilan menawan, nanmun iPhone 6 yang didesain dengan adanya banyak pilihan warna yang begitu menarik, dari sisi dimensi juga iPhone 6 lebih tidak tipis sekita 9 mm. Nah untuk yang telah penasaran dengan spesifikasi hp ini, silakan simak Harga Serta Spesifikasi iPhone 6 Paling baru Desember 2016 :

Apple iPhone 6
  • GSM: 850, 900, 1800, 1900 MHz
  • Layar: IPS LCD 4,7 inci 750 x 1334 pixels 326 ppi
  • OS: iOS 8
  • Chipset: Apple A8
  • CPU: Dua Core 1,4 GHz 64 bit
  • RAM: 1 GB
  • Penyimpanan internal: 16, 64, 128 GB
  • Baterai: Li-Po 1810 mAh
  • Kamera: belakang: sensor 1/2,6" 8 MP 3264 x 2448 pixel, autofokus, dual LED flash; depan: 2,1 MP, 720p, burst
  • Konektivitas: Bluetooth 4.0, WiFi 802.11 ac, USB, NFC, UMA (WiFi Calling)
  • Warna: Perak, Emas, Abu-abu
iPhone 6 terbaru dibanderol dengan harga Rp. 8.000.000 (16 GB)
Sedangkan untuk kondisi second berada di kisaran Rp. 5.000.000

IOS 9 Di iPhone 7


Berbicara OS (Operating System) pada setiap produk besutan Apple ini pada seri terdahulunya dan sampai saat ini yaitu iOS8 dan rilis terbaru/update untuk sistem operasi ini adalah versi 8.3.

Pada seri terbarunya yaitu iPhone 7 santer diberitakan bahwa seri terbaru ini akan menggunakan chipset yang lebih baru yang tengah dipersiapkan untuk mempersenjatai iPhone 7 ini. tidak lain dan tidak bukan adalah iOS9 dengan sederet fitus terbaru yang siap mengguncang. Dan yang lebih menggembirakan lagi pada iOS9 ini pengembangan dititik beratkan pada penghematan daya.

Ya iOS9 beberapa waktu yang lalu telah resmi diluncurkan dan sudah bisa dirasakan pada seri terdahulu misa iPhone 6. pada iOS9 ini mengusung beberapa fitur terbaru yaitu, Multitasking, Intelegence, dan Foundation dalam keynote di ajang WWDC yang digelar.

Sesuai janjinya untuk fokus dalam iOS9 ini adalah peningkatan performa, dan keamanan, Apple tak menghadirkan perombakan yang signifikan, namun mereka menghadirkan  satu aplikasi baru dan aplikasi lama dengan fitur dan wajah baru. Adapun aplikasi-aplikasi yang dimaksud mencakup News,Maps,Notes,Wallet,dan CarPlay.


Dan untuk pertamakalinya iOS9 memperkenalkan fitur multitasking, kamu bisa menggunakan dua aplikasi aktif sekaligus di satu layar dengan mudah tanpa meninggalkan aplikasi yang telah kamu buka sebelumnya. Menariknya, fitur Multitasking ini mendukung Split View dan fitur Picture in Picture di mana kamu menonton video sambil membalas email.

Walau tak hadir dengan perombakan desain besar-besaran seperti pendahulunya, iOS 9 membawa serangkaian fitur baru yang sangat menarik yang saya dan kamu tentunya sangat harapkan. Fitur-fitur tersebut tak salah lagi membuat iOS 9 tampil menarik di beberapa sisi penting seperti aplikasi, performa, daya tahan baterai, keamanan berlapis.

Baca Selengkapnya : Harga iPhone 7

Kamis, 26 Mei 2016

Inilah Power Designer

Inilah Power Designer

Sybase Power Designer yaitu satu software pemodelan yang mempunyai banyak manfaat salah satunya yaitu untuk membuat dan memanage database. Sangant pas untuk data base yang memiliki ukuran besar dan mempunyai tingkat kompleksitas yang cukup rumit. 

Sybase Power Designer mempunyai sebagian keuntungan seperti berikut bila dibanding dengan memakai langkah manual atau memakai aplikasi pembantu dari vendor, yakni : 

Design database sebagian besar memakai interface berbentuk penampilan grafik, hal semacam ini bermakna orang yg tidak tahu bhs SQL juga dapat memakai software ini untuk bikin database dengan beragam jenis tingkat kesulitan 
Database bisa di ciptakan berdiri sendiri dari RDBMS, Sybase tak tergantung pada vendor spesifik saja untuk mengimplementasikan design database yang sudah di buat pada RDBMS seperti MySQL, Oracle, atau Microsoft SQL Server. Sybase bisa mengkonstruksikan database yang sudah kita buat dalam beragam jenis RDBMS, bahkan juga RDBMS yang tidak sering kita dengar juga di dukung oleh Sybase. 
Migrasi database jadi gampang, hal semacam ini karena Sybase memiliki feature untuk mengkoneksikan diri dengan beragam jenis RDBMS seperti Oracle, MySQL, serta Microsoft SQL Server untuk mengkonstruksikan database yang sudah didesign pada Sybase. 

Nyaris tak membutuhkan pengetahuan tentang bhs SQL, semua dikerjakan dengan click sana sini di Sybase, tetapi demikian kita bisa lihat hasil output SQL dari design database yang telah kita buat 
Sybase Power Designer pas untuk dipakai ketika kita memerlukan design database yang kuat serta fleksibel serta memerlukan saat yang cepat untuk konstruksi database. Software ini dapat kerap dipakai di perusahaan-perusahaan lantaran lebih mempermudah mereka untuk lihat dengan cara grafis dari database itu. Sybase Power Designer cuma di pakai sebagai alat bantu saja.

Baca Juga : Normalisasi Dalam Sistem Basis Data Lanjut

Rabu, 25 Mei 2016

Normalisasi Dalam Sistem Basis Data Lanjut


Oke
dalam artikel pertama dalam blog ini akan membahas normalisasi
apa itu normalisasi?
normalisasi adalah salah satu bagian penting dari mata kuliah sistem basis data
nah untuk lebih jelasnya langsung saja kita ulas dalam penjelasan dibawah ini
SELAMAT MEMBACA :D

Normalisasi

adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan 1NF (First Normal Form) hingga paling ketat (5NF)
Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena ketika proses normalisasi pada tahap 3NF telah menghasilkan
tabel-tabel yang berkualitas sehingga tidak perlu lagi dilakukan proses normalisasi ke 4NF/5NF.

Normalisasi dilakukan untuk memperoleh :
- Optimalisasi struktur-struktur tabel
- Meningkatkan kecepatan
- Menghilangkan pemasukan data yang sama
- Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan
- Mengurangi redundansi
- Menghindari anomali (insertion anomalies, deletion anomalies, update anomalies).
- Integritas data yang ditingkatkan

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:
Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya  harus dijamin aman. Artinya,
setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru,
tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data
Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF)

Jika syarat" diatas tidak terpenuhi, paling tidak tabel tersebut tidak melanggar bentuk normal ketiga (3NF).

Dalam melakukan normalisasi, mengetahui ketergantungan fungsional (Fungsional Dependent) sangat penting
seperti contoh kasus dibawah ini

MatakuliahNIMNamaMhsNilaiHuruf
SBDL2014420152Niko HasdaA
SBDL2014420123
RPL2014420152Niko HasdaA
RPL2014420111
RPL2014420112
Design web2014420152Niko HasdaA
Algo Lanjut2014420152Niko HasdaA
Algo Lanjut2014420114
Jarkom2014420152Niko HasdaA

Functional Dependency dari tabel nilai
- NIM bergantung pada NamaMhs
  Karena untuk setiap nilai nim yang sama, maka nilai NamaMhs juga sama

- {Matakuliah, NIM} bergantung pada NilaiHuruf
  Karena attribut NilaiHuruf tergantung pada Matakuliah dan NIM secara bersama-sama. Dalam arti lain untuk Matakuliah dan NIM yang sama, maka NilaiHuruf juga sama, karena Matakuliah dan NIM merupakan key (bersifat unik).

- Matakuliah tidak bergantung NIM
NIM tidak bergantung NilaiHuruf
*
Ketika kita sudah mengetahui ketergantungan fungsional dari sebuah tabel maka akan mempermudah
untuk melakukan normalisasi dalam sebuah tabel.

LANGKAH - LANGKAH NORMALISASI

1NF :
dalam tahap ini tidak diperbolehkan adanya :
-Atribut yang bernilai banyak (Multivalued attribut).
-Attribut komposit atau kombinasi dari keduanya.
Contoh :

maka tabel di atas akan di dekomposisikan menjadi dua tabel :
-tabel mahasiswa
- tabel hobi
2NF :
Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF,
dan semua atribut selain primary key, secara utuh memiliki Functional Dependency pada primary key
Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribut yang ketergantungannya (Functional Dependency)
hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key)
Jika terdapat atribut yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key,
maka atribut tersebut harus dipindah atau dihilangkan
Contoh :









tabel di atas
Tidak memenuhi 2NF, karena {NIM, KodeMk} yang dianggap sebagai primary key sedangkan:
  {NIM, KodeMk} à NamaMhs
  {NIM, KodeMk} à Alamat
  {NIM, KodeMk} à Matakuliah
  {NIM, KodeMk} à Sks
  {NIM, KodeMk} à NilaiHuruf

Tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi beberapa tabel yang memenuhi syarat 2NF seperti berikut:
*Functional dependencynya sbb:
n{NIM, KodeMk} à NilaiHuruf   (fd1)
nNIM à {NamaMhs, Alamat}      (fd2)
nKodeMk à {Matakuliah, Sks}    (fd3)
*Sehingga :
nfd1 (NIM, KodeMk, NilaiHuruf) à Tabel Nilai
nfd2 (NIM, NamaMhs, Alamat) à Tabel Mahasiswa

nfd3 (KodeMk, Matakuliah, Sks) à Tabel MataKuliah

3NF :
Bentuk normal 3NF terpenuhi jika telah memenuhi bentuk 2NF,
dan jika tidak ada atribut non primary key yang memiliki ketergantungan
terhadap atribut non primary key yang lainnya (ketergantungan transitif).
Contoh :
*Tabel mahasis berikut ini memenuhi syarat 2NF, tetapi tidak memenuhi 3NF

*Karena masih terdapat atribut non primary key (yakni Kota dan Provinsi) yang memiliki ketergantungan terhadap atribut non primary key yang lain (yakni KodePos) :

  KodePos à {Kota, Provinsi}
*Sehingga tabel tersebut perlu didekomposisi menjadi :
nMahasiswa (NIM, NamaMhs, Jalan, KodePos)
nKodePos (KodePos, Provinsi, Kota)


Sekian Dalam Ulasan materi kali ini semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat bagi blogger sekalian. sampai jumpa lagi di ulasan ulasan berikutnya Salam "NHP"